Tak Pernah Melawan Dan Hanya Mengobati, Paramedis Ini Malah Jadi Target Kunci

Razzan al Najjar ialah seorang paramedis di Jalur Gaza asal Palestina, yang selalu mengobati demonstran yang terluka. Dengan rompi bertuliskan paramedis, ia tak pernah memboyong senjata untuk melawan Israel. Karena ia hanya melaksanakan tugasnya, menunjukkan pengobatan dan pertolongan.

Setiap kembali ke rumahnya, rompinya yang berwarna putih selalu berkembang menjadi merah alasannya ialah terkena darah dari para demonstran. Namun, pada tanggal 2 Juni lalu, darah di rompinya ialah darah dirinya sendiri. Perempuan ini harus meregang nyawanya lantaran terkena tembakan tentara Israel.

Hal ini bukan kejadian perdana. Dua ahad sebelum maut Najjar, seorang petugas medis berjulukan Mousa Abu Hassanein juga tewas sehabis diberondong peluru oleh tentara Israel. Kematiannya menyisakan murung serta kemarahan mendalam pada diri para relawan medis termasuk Najjar.

Razzan al Najjar ialah seorang paramedis di Jalur Gaza asal Palestina Tak Pernah Melawan dan Hanya Mengobati, Paramedis Ini Malah Makara Sasaran Kunci

Sumber : Intisari.Grid.Id

Tembakan yang dilesatkan tentara Israel ke dada Najjar, dianggap sengaja. Karena melihat dari cuitan akun Twitter pasukan militer Israel beberapa waktu lalu. Sebelum dihapus, mereka menyampaikan secara pasti, bila peluru mereka tak pernah acak. Tetapi selalu mengarah sasaran yang benar, dan tahu di mana peluru akan bersarang. Dengan alasan apa pun, tak seharusnya seorang paramedis yang tanpa senjata, dan tak pernah melawan, harus menjadi korban.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *