Terdapat Sebuah Alasan Dibalik Kawasan Sampah Asal Jerman Yang Harganya Mencapai Milliaran

Total sebanyak 2.600 daerah sampah diborong oleh Dinas LH DKI dengan harga yang fantastis yaitu Rp 9,6 milliar. Bagi Bung apakah angka tersebut sudah terbilang mahal? Tunggu dulu! Menurut Isnawa Adji sebagai kepala dinas, harga tersebut terbilang murah lho apabila dibandingkan dengan tempah sampah berukuran sama yang ada di pasaran. Tempat sampah yang dibeli dinas LH ini pun mempunyai standar internasional sehingga lebih berkualitas.

Selain itu, berdasarkan Isnawa, apabila ada daerah sampah buatan dalam negeri niscaya bakal dibelinya. Namun, sejauh ini hanya ada dua perusahaan yang memproduksinya. Satu daerah sampah buatan Jerman dan satu lagi buatan China. Lebih spesifiknya lagi, Isnawa pun menyampaikan dalam e-catalog LKPP (Lembaga Kebijakan Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah) tidak tertulis adanya daerah sampah buatan Indonesia.

Adapun pengadaan daerah sampah asal Jerman ini ditengarai sebagai bab dari modernisasi alat. Bahkan dinas LH secara sedikit demi sedikit akan memperbarui peralatan mereka lho, yaitu dengan mengganti truk terbuka dengan truk compactor. Dan daerah sampah yang sudah di pesan tersebut bakal tiba dalam beberapa bulan lagi, yang dipesan lewat PT Groen Indonesia yang sudah terikat kontrak dengan Dinas LH.

“Mereka sedang pesan di Jerman, nanti sehabis empat bulan akan hingga di sini,” ujar Isnawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *