Sergio Ramos Dan Juanfran Saling Sindir Dalam Perayaan Juara Timnya Di Level Kompetisi Yang Berbeda

Kedua tim yang jadi representasi satu kota ini memang sedang berjaya. Atletico Madrid dan Real Madrid yakni dua tim yang tahun ini berjaya dengan memenangkan kompetisi Eropa namun dalam level berbeda. Persaingan kedua tim memang sangat sengit, tak ayal saling sindir tetap hadir ketika kompetisi telah berakhir.

Atletico sukses menjadi jawa Europa League usai mengalahkan Marseille dengan skor 3-0, karena berkelahi final digelar satu pekan lebih dulu dari Liga Champions, otomatis parade pun terjadi lebih dulu dengan merayakan kemenangan. Dibalik suka cita, Juanfran mulai melontarkan sindirannya terhadap saudara sekota.

“Biarkan Viking (Real Madrid) mengerti siapa bosnya di ibu kota ini,” kata Juanfran dengan megafon dikala arak-arakan juara Atletico di kota Madrid.

Real Madrid diibaratkan Viking alasannya yakni dianggap tim yang serakah dan ingin menguasai Eropa. Seperti Viking, bangsa barbar asal Skandinavia ini pernah melaksanakan penguasaan di Benua Biru pada masa ke-8 dan ke-11. Pengibaratan tersebut dianggap paling pas dan sudah dimulai semenjak tahun 1950-an.

Real Madrid pun membalas dikala merayakan gelar ke-13nya. Dalangnya siapa lagi jikalau bukan Sergio Ramos, yang mengatakan, “Kami akan menyanyikan lagu alasannya yakni kadang ada beberapa orang yang lupa. Biarkan semua Indian (Atletico Madrid) tahu siapa yang menguasai ibu kota,”

Sindiran tersebut dilontarkan alasannya yakni kegemaran Atletico Madrid memboyong pemain dari Amerika Utara yang menjadi pemukiman orang Indian. Markas usang Vicente Calderon milik Atletico pun ada di sungai, sampai semakin menyamakan dirinya dengan suku Indian. Karena pinggiran sungai merupakan area bermukim bagi suku tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *