Menewaskan Begal Demi Membela Diri, Malah Menciptakan Seorang Santri Hampir Masuk Jeruji Besi

Apes, jadi satu kata paling sempurna untuk menggambarkan apa yang dialami Mohamad Irfan Bahri. Seorang cowok yang merupakan santri di Madura yang hendak liburan di rumah pamannya, di kawasan Bekasi. Irfan dan sepupunya sedang mengelilingi kota Bekasi, keberadaan media umum yang kerap menawarkan jembatan Summarecon menciptakan dirinya ingin tau sehingga mengunjunginya sempurna pada jam 12 tengah malam untuk mengabadikan.

Namun sayang, ada dua orang yang mengayunkan celurit guna mengambil gawai akil milik sepupunya dan miliknya ketika sedang berfoto. Naluri bertahan hidup muncul seketika, Irfan pun menendangnya, mengambil celuritnya, dan mengayunkan ke tubuh perampok tersebut. Sampai di rumah sakit, nyawa salah satu perampok berinsial AS sudah tak tertolong lagi.  Tetapi sesudah insiden tersebut Irfan malah dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

“Iya yang bela diri, tersangka satu yaitu MIB (Mohamad Irfan Bahri). Tapi kita sedang minta pendapat jago pidana dari kalangan akademisi, kita akan gelar perkara juga itu kan masuk kategori terpaksa dalam keadaan bela diri atau menyerupai apa. Penetapan tersangka itu sanggup digugurkan, bila memang nanti dari hasil gelar perkara bersama jago pidana tetapkan tindakan MIB murni disebut melaksanakan pembelaan ketika tengah dibegal,” kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih.

Apa yang dilakukan Irfan bahu-membahu yaitu murni guna membela diri. Keadaan yang mengancam menyerupai itu sanggup saja menghilangkan nyawanya. Lantas apa yang dilakukan kalau tidak melawan, ‘kan? Bahkan sang santri pun berpikiran demikian.

“Saya khawatir ketika saya dan sepupu diancam pakai celurit. Saya cuman mikir kalau saya engga ngelawan saya bakal mati ,” ungkapnya.

Setelah insiden Irfan mengalami enam luka bacokan, yang terdapat di punggung, tangan, pelipis dan paha. Sedangkan sepupunya hanya mengalami satu luka tusukan di punggung. Nah, kalau membela diri saja sanggup dijadikan tersangka, apa karenanya Bung kalau kondisi menyerupai ini kita sendiri yang mengalami?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *